Sama halnya dengan manusia, teknologi juga bisa terserang virus dan salah satunya adalah malware. Orang-orang sangat ingin menghindari malware namun dalam beberapa kasus komputer mereka bisa terinfeksi. Hal ini karena malware itu sendiri bisa merusak sistem komputer, terutama pada program juga software di perangkat Anda. Malware selalu mencari kelemahan dan juga merusak program pada komputer Anda. Ancaman semacan ini sangat mungkin terjadi jika Anda tidak melakukan pencegahan. Meskipun tidak bekerja secara langsung, namun penggunaan Sertifikat SSL berkualitas membantu Anda mencegah serangan dari Malware.

Aplikasi yang menggunakan Sertifikat SSL/TLS nampak bisa dipercayai oleh pengguna Internet. Dengan kata lain, aplikasi yang dilindungi oleh Secure Socket Layer, sekalipun Sertifikat SSL/TLS termurah, tidak bisa dihentikan atau diganggu oleh teknologi antivirus atau anti-malware. Seperti yang diketahui, ancaman Malware bisa masuk dari Internet yang kemudian menyebar ke dalam sistem komputer. Serangan Malware sangat berbahaya dan bisa menimbulkan risiko dan dampak buruk yang luar biasa. Oleh karena itu, penggunaan Sertifikat /SSL/TLS untuk kepentingan keamanan digital pada website Anda sangatlah penting. Pada dasarnya, tidak ada seorang pun yang ingin sistem komputernya terinfeksi malware, begitu juga dengan para pengunjung website Anda.

Sebelum memutuskan untuk beli Sertifikat SSL/TLS, Anda bisa bertanya pada penyedia terpercaya apakah mereka juga menyediakan solusi pencegahan serangan malware. Selain itu, juga bisa ditanyakan apakah produk Sertifikat SSL/TLS Indonesia yang Anda pilih juga dilengkapi dengan fitur anti-malware atau malware scanner. Sebagai pertimbangan, Anda bisa menambahkan DigiCert Secure Site SSL ke dalam daftar pilihan Anda karena sertifikat digital ini dilengkapi dengan akses Malware scanner.

Mungkin Anda juga ingin tahu bagaimana cara meminimalisir efek dari Malware pada komputer Anda dan bahkan komputer para pengunjung website Anda. Malware merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan software berbahaya, yang dirancang untuk merusak atau menonaktifkan komputer. Malware termasuk virus, spyware, adware, dan berbagai jenis software berbahaya lainnya. Malware mempengaruhi komputer Anda dengan cara mengganggu sistem operasi, mencuri informasi sensitif, mengizinkan pihak tidak bekepentingan mengakses sumber sistem, dan menimbulkan masalah-masalah lainnya.

Komputer yang berjalan dengan lambat dan menampilkan pop-up juga merupakan ciri lain dari komputer yang terkena dampak serangan Malware. Untuk mengurangi risiko Malware yang bisa terjadi pada organisasi Anda, pastikan untuk melakukan beberapa tips berikut.

Pastikan Hanya Mengakses Website yang Aman

Website yang aman adalah yang dilindungi dengan menggunakan Sertifikat SSL/TLS terbaik. Anda mungkin sering melihat gembok warna hijau di pojok kiri search bar pada web browser. Gembok tersebut merupakan indikator yang menyatakan bahwa website yang dikunjungi menggunakan Sertifikat SSL/TLS untuk mengenkripsi semua transmisi data. Kapanpun Anda memasukkan informasi terutama yang bersifat sensitif, pastikan bahwa website yang dikunjungi menunjukkan gembok hijau tersebut. Jika tidak, data bisa dengan mudah dihentikan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab (hacker).

Selalu Lakukan Update Software pada Sistem Anda

Sistem komputer sering dikacaukan oleh software yang tidak lagi relevan dengan praktik bisnis. Hal ini tentu menambah resiko yang mungkin tersembunyi pada mesin komputer Anda. Anda mungkin melihat begitu banyak kerentanan. Pengukur keamanan dari software dan program yang telah usang atau ketinggalan zaman memungkinkan malware mengakses jaringan Anda. Tentu, ini sangat berbahaya. Selalu hapus software yang tidak lagi digunakan pada komputer Anda.

Waspadai Dukungan Teknologi Palsu

Orang-orang yang melakukan penipuan sering menghubungi pegawai kantor dan memberitahu bahwa mereka mewakili departemen IT perusahaan atau organisasi Anda. Mereka berlagak seolah membutuhkan akses jarak jauh pada sistem mereka. Dengan menyadari jenis penipuan semacam ini, Anda harus segera memberitahu seluruh karyawan bahwa hal tersebut bukan cara kerja departemen IT Anda dalam menangani masalah yang berhubungan dengan sistem keamanan dan sejenisnya. Pastikan tidak ada karyawan yang boleh mengikuti arahan orang yang tidak dikenal melalui panggilan telepon.