Pengaruh Penggunaan SSL/TLS untuk SEO Website

Pengaruh Penggunaan SSL/TLS untuk SEO Website

Lagi dan lagi, semakin banyak orang diluar sana yang membicarakan tentang pentingnya penggunaan sebuah sertifikat SSL. SSL merupakan singkatan dari Secure Socket Layer yang berarti lapisan soket keamanan yang bekerja untuk mengamankan data sensitif pada website dengan cara melakukan enkripsi data. Tentu saja, ada begitu banyak cara untuk mengamankan sebuah website namun penggunaan Sertifikat SSL/TLS Indonesia kini sedang menjadi tren. Hal tersebut dikarenakan kemampuan SSL/TLS itu sendiri dalam mengamankan sebuah website.

Anda bisa membayangkan apa yang mungkin saja terjadi pada reputasi bisnis dan perusahaan Anda jika setiap pengunjung website mulai merasa tidak aman dan enggan melakukan transaksi pada website Anda. Oleh karena itu, SSL/TLS berkualitas menjadi solusi keamanan digital.

Selain mengamankan data, SSL/TLS juga bisa menambah kepercayaan pelanggan karena rasa aman akan data yang mereka masukkan ketika melakukan transaksi pada website Anda. Semakin banyak pengguna Internet yang peduli akan keamanan data pribadi, semakin banyak dari mereka yang mengunjungi website Anda. Mereka bisa dengan jelas melihat https pada URL Anda, bahkan ada fitur dari SSL yang menampilkan nama perusahaan Anda sebagai bukti keamanan tingkat tertinggi.

Jika Anda adalah seseorang yang peduli akan optimisasi sebuah website, maka Anda bisa mendapatkan keuntungan lain dari beli SSL/TLS DigiCert. SEO atau Search Engine Optimization adalah cara menaikkan peringkat di mesin pencari, terutama Google. Penggunaan Sertifikat SSL/TLS memberikan dampak yang cukup besar pada SEO website Anda. Sayangnya, ini mungkin merupakan poin yang tidak banyak orang ketahui. Pada dasarnya, ada beberapa faktor yang mempengaruhi SEO sebuah website di halaman mesin pencari. Penggunaan SSL/TLS yang Anda dapatkan setelah beli SSL/TLS Sectigo bisa menjadi salah satu cara optimisasi tersebut. Dengan tingkat kepercayaan yang tinggi, sangat mungkin website Anda memiliki trafik yang tinggi pula karena banyaknya pengunjung website. Trafik yang tinggi akan memberikan pengaruh yang baik pada SEO Website Anda.

Hal lain yang harus diketahui adalah bahwa Google mengutamakan website yang memiliki Sertifikat SSL/TLS dalam mengatur ranking di halam mesin pencari. Jika website Anda berada pada halaman pertama Google, maka pengguna Internet akan dengan mudah menemukan website Anda. Biasanya, mereka cenderung memilih website yang berada pada halaman pertama mesin pencari.

Ranking tinggi di Google juga memungkinkan Anda mendapat trafik yang lebih banyak. Peringkat Anda akan semakin naik dan bisa tetap berada pada halaman pertama hasil pencarian. Jika siklus seperti ini berlanjut dan bisa dikelola, bukan tidak mungkin website Anda akan bertahan pada posisi tertingginya. Kemudian, hal ini semakin menguntungkan bisnis online Anda.

Menggunakan Sertifikat SSL/TLS berarti mengubah http menjadi https. Https menambah privasi & keamanan ke website dan tujuan SEO dengan cara memverifikasi bahwa website tersebut adalah yang benar berada pada server. Ini bisa mencegah gangguan pihak ketika sehingga website menjadi lebih aman bagi para pengunjung. SSL mengenkripsi semua komunikasi seperti URL, yang kemudian memiliki peranan untuk mengamankan hal-hal termasuk nomor kartu kredit dan riwayat penelusuran pengguna Internet pada browser.

Dengan memutuskan untuk beli SSL/TLS Entrust, Anda juga berinvestasi untuk SEO website Anda. Jadi, keraguan apa yang masih Anda miliki? Waktu yang tepat untuk memulai semua perubahan besar tersebut adalah ketika Anda memutuskan untuk memasang SSL/TLS pada website Anda untuk alasan perlindungan, keamaman, dan bahkan kepentingan SEO. Tentu, Anda bisa mempelajari lebih lanjut hubungan SSL/TLS dengan peningkatan SEO, yang masih menjadi salah satu pilihan pemasaran digital yang memberikan keuntungan sesuai harapan penggunanya.

Memilih Https Sebagai Pengganti Http untuk Keamanan yang Lebih

Memilih Https Sebagai Pengganti Http untuk Keamanan yang Lebih

Http dan Https mungkin sudah tidak asing lagi bagi kebanyakan orang. Salah satu perbedaan yang paling menonjol antara keduanya adalah adanya huruf “s”. Jika Anda pernah mengunjungi sebuah website, ada ikon gembok berwarna hijau dibagian nama domain serta tulisan “https” sebelum nama domain. Mungkin, tidak banyak dari kita yang mencoba mencari tahu apa fungsi dari ikon tersebut. Lalu apa hubungan keduanya dengan Sertifikat SSL?

Ikon gembok hijau pada domain di Address Bar Browser mengindikasikan keamanan website yang berfungsi untuk melindungi informasi Anda sehingga tidak ada satu orang pun yang mengetahui isi informasi tersebut. Ketika Anda memasukkan informasi sensitif seperti nomor kartu kredit pada saat berbelanja online, data Anda akan dilindungi sehingga sulit diketahui oleh pihak ketiga. Berbeda halnya jika website yang Anda akses atau kunjungi masih menggunakan “http”. Data sangat rawan sehingga memungkinkan pihak ketiga atau siapa pun untuk mendapatkan data pribadi Anda.

Jadi, apa itu Http dan Https? Http atau Hypertext Transfer Protocol merupakan sebuah protokol yang berguna untuk komunikasi antar sistem yang berbeda. Http sering digunakan untuk kebutuhan pengiriman data dari web server ke browser guna menampilkan halaman website. Http bisa ditemukan diawal nama domain. Sayangnya, data yang dikirim pada website dengan http tidak dienkripsi sehingga rentan untuk disalahgunakan oleh pihak lain. Sedangkan Https adalah singkatan dari Hypertext Transfer Protocol Secure. Dengan kata lain, huruf s yang terletak di belakang http mewakili kata secure yang berarti aman. Anda bisa menemukan https ketika mengunjungi situs web yang dilengkapi dengan fitur untuk melakukan transaksi pembayaran fasilitas untuk login. Https juga menggunakan Transmission Contron Protocol (TCP) pada saat menerima atau mengirim data melalui port 443 menggunakan koneksi yang dienkripsi oleh Secure Socket Layer (SSL) atau Transport Layer Security (TLS).

Salah satu perbedaan antara http dan https adalah cara kerja yang dimiliki keduanya. Ketika Anda mengunjungi sebuah website dengan https, browser melakukan pengecekan untuk memastikan bahwa website tersebut terhubung dengan sertifikat SSL/TLS. Apabila memang benar terhubung, maka akan terjadi SSL handshake. Kemudian, browser melakukan validasi untuk memastikan apakah website tersebut valid atau tidak.  Jika sertifikat dinyatakan valid, makan klien dan server akan membuat session key. Setelah itu, koneksi melalui internet sudah dalam kondisi aman dengan adanya tanda gembok berwarna hijau dan https sebelum nama domain.

Jika pemilik website, termasuk Anda beralih dari http ke https, ada beberapa keuntungan yang bisa didapatkan. Pernahkan terpikirkan bahwa https atau penggunaan sertifikat SSL/TLS bisa mempengaruhi SEO (Search Engine Optimization) Anda? Pada tahun 2014, Google mengumumkan bahwa https menjadi salah satu faktor penentu ranking di mesin pencari. Akan tetapi, semua tidak secepat yang dibayangkan. Faktanya, ranking tidak akan berubah secara signifikan pada saat Anda beralih ke https. Pengalaman dan kepercayaan pelanggan pada website Anda menjadi investasi jangka panjang dari penggunaan https.

Penggunaan https juga memberikan keuntungan pada pengguna. Setiap pengguna internet memiliki hak privasi terlebih ketika mereka mengunjungi sebuah situs web. Data pengunjung menjadi lebih aman pada saat melakukan interaksi melalui situs web Anda, seperti pada saat memasukkan data berupa password. Hal ini kemudian berpengaruh pada peningkatan kepercayaan pengunjung website dan pada akhirnya memperbesar peluang konversi pada situs web Anda. Penggunaan https sangat penting meskipun situs web Anda tidak menangani komunikasi yang bersifat sensitif.

Keberadaan TLS Menggantikan SSL

Keberadaan TLS Menggantikan SSL

Keamanan digital menjadi perhatian mereka yang menjalankan bisnis online dengan memanfaatkan keberadaan website. Semakin banyak pengunjung website dan pelanggan, maka SSL semakin memiliki peranan penting dalam kebutuhan keamanan digital. Hal ini merupakan salah satu alasan terbaik untuk memilih SSL (Secure Socket Layer). Ketika Anda mencari informasi tentang SSL, Anda mungkin juga menemukan informasi tentang TLS. Orang-orang masih menggunakan kata kunci Sertifikat SSL bahkan ketika mereka ingin mendapatkan tingkat keamanan yang lebih, yaitu yang diberikan oleh TLS (Transport Layer Security). Hal ini juga yang mungkin menjadi alasan mengapa kebanyakan industri masih menggunakan SSL dibanding TLS.

Ketika berbicara tentang sertifikat SSL, beberapa istilah seperti SSL, TLS, ECC, dan SHA mungkin membuat Anda bingung manakah yang lebih dibutuhkan. Jika Anda bertanya apa yang membuat SSL dan TLS berbeda, ini bisa menjadi alasan yang tepat mengapa Anda harus mencari tahu lebih banyak tentang keduanya. Tentu saja, setiap pemiliki website ingin melindungi website mereka, hanya saja mereka tidak tahu apakah mereka membutuhkan SSL, TLS, atau bahkan keduanya.

Pencarian solusi keamanan digital terbaik tidak pernah berakhir meskipun Anda begitu familiar dengan “Sertifikat SSL”, terlebih ketika Anda mulai mengetahui keberadaan TLS. SSL dan TLS adalah protokol kriptograpik yang menyediakan otentikasi dan enkripsi data antara server, mesin, dan aplikasi yang bekerja melalui sebuah koneksi, contohnya adalah klien terhubung ke web server. Tahukah Anda jika SSL merupakan pendahulu TLS? Selama bertahun-tahun, protokol versi baru telah dirilis untuk mengatasi kerentanan dan memberikan dukungan yang lebih kuat dan lebih aman terhadap rangkaian dan algoritma sandi.

SSL awalnya dikembangkan oleh Netscape. SSL pertama kali muncul pada tahun 1995 dengan versi SSL 2.0. Hal yang menarik dari SSL adalah SSL versi 1.0 tidak pernah dirilis ke publik. Namun sayangnya, pada tahun 1996 versi 2.0 akhirnya dengan cepat digantikan oleh SSL 3.0 setelah sejumlah kerentanan mulai ditemukan. Beberapa dari Anda mungkin menemukan istilah SSL v2 dan SSL v3 namun itu hanya sebuah penulisan untuk SSL Versi 2.0 dan SSL Versi 3.0.

Lalu bagaimana dengan TLS? TLS mulai diperkenalkan pada tahun 1999 yang dinyatakan sebagai versi baru dari SSL yang didasarkan pada SSL versi 3.0. Perbedaan antara SSL dan TLS tidak dramatis namun cukup signifikan sehingga TLS 1.0 dan SSL 3.0 tidak dioperasikan secara bersamaan.

Haruskah menggunakan SSL atau TLS? Baik SSL versi 2.0 dan versi 3.0 telah diusangkan oleh IEFT pada tahun 2011 dan 2015. Dalam beberapa tahun, kerentanan terus ditemukan dalam protokol SSL yang telah usang (seperti POODLE, DROWN). Browser yang menunjukkan pengalaman pengguna yang terdegradasi ketika browser menemukan web server yang masing menggunakan protokol lama. Ini bisa menjadi alasan Anda untuk menggunakan TLS dalam konfigurasi server Anda.

Satu hal yang pasti adalah sertifikat berbeda dengan protokol. Anda mungkin saja memiliki kekhawatiran dan mulai mempertimbangkan penggantian Sertifikat SSL dengan TLS. Protokol tidak ditentukan oleh sertifikat itu sendiri melainkan oleh konfigurasi server Anda. Tentu akan lebih bijak jika Anda berkonsultasi dengan penyedia SSL atau TLS yang sekarang Anda gunakan. Hal ini membantu Anda membuat keputusan yang tepat guna mendapatkan tingkat keamanan yang lebih tinggi.

Baik SSL dan TLS merupakan protokol yang sama tetapi karena perbedaan versi, SSL versi 2 tidak dapat dioperasikan dengan versi 3, dan SSL versi 3 tidak bisa dioperasikan dengan TLS versi 1. Anda juga mungkin berpendapat bahwa Transport Layer Security (TLS) hanyalah sebuah nama baru untuk SSL v4. Pada dasarnya, kita berbicara tentang protokol yang sama.

 

 

SSL Menjadi Solusi Keamanan Website

SSL Menjadi Solusi Keamanan Website

Sudah sejauh mana upaya Anda untuk memberikan jaminan keamanan kepada para pengunjung website dan pelanggan? Setiap transaksi yang dilakukan pada website Anda harus aman karenan hal tersebut akan berpengaruh pada kepercayaan pengunjung. Anda bahkan bisa mengkonversi pengunjung menjadi pelanggan tetap jika mereka bisa percaya pada Anda sepenuhnya. Jika Anda mulai memperhatikan pentingnya keamanan data sensitif yang diberikan oleh para pengunjung website, Anda kini bisa membeli Sertifikat SSL.

Meskipun pemasangan Sertifikat SSL bukanlah satu-satunya cara untuk mengamankan website, namun belakangan ini, semakin banyak pemilik website dan pemilik bisnis online yang menginginkan tingkat keamanan yang lebih. Oleh karena itu, mereka memilih SSL meskipun mereka harus mengeluarkan sejumlah uang. Saat ini, banyak juga produk SSL yang cukup terjangkau yang memang dibuat untuk semua kalangan sehingga bisnis kecil dan menengah bisa membelinya. Masalah keamanan dan celah keamanan selalu sama meskipun jenis dan ukuran bisnis yang Anda dan orang lain jalankan mungkin saja berbeda.

Sayangnya, tidak banyak yang tahu apa itu Sertifikat SSL dan mengapa setiap website membutuhkan sertifikat tersebut. Secure Socket Layer (SSL) adalah jenis keamanan digital yang mengizininkan komunikasi dienkripsi diantara website dan web browser. Jika website Anda menggunakan SSL, maka Anda bisa menggunakan protokol https untuk koneksi yang lebih aman. SSL juga mengamankan data pada transmisi email.

Sebelum melakukan transmisi melalui internet, data terlebih dahulu dienkripsi oleh SSL Certificate sehingga bisa dikodekan hanya oleh server yang mana Anda benar-benar mengirimkannya sendiri. Ini merupakan jaminan bahwa informasi yang dikirimkan ke situs web tidak akan rusak ataupun dicuri oleh pihak yang tidak mempunyai kepentingan.

SSL Certificate harus dipasang pada server dimana website nama domain dijalankan. SSL bekerja dengan cara mengunci cryptographic key ke informasi perusahaan yang hendak diidentifikasi. Selalu proses transfer, data dienkripsi dengan baik. Hal ini yang akan menyulitkan pihak ketiga untuk masuk dan mencuri informasi yang sensitif.

Selain dari penggunaan kunci privasi dan kunci publik, Sertifikat SSL juga memiliki session key untuk setiap secure session yang unik. Browser akan membuat koneksi setelah pengunjung mengetikkan alamat URL yang diamankan oleh SSL ke kolom web browser atau membuka halaman yang sudah dilindungi.

Kunci pribadi (private key) dan kunci public (public key) diguanakan untuk membuat session key selama koneksi awal. Kemudian kunci pribadi digunakan untuk mengenkripsi sedangkan kunci publik diguanakan untuk mendekripsi data yang sedang ditransfer. Meskipun session key hanya bisa digunakan di session tertentu dan tetap valid untuk waktu yang terbatas.

Untuk mengetahui apakah Sertifikat SSL dipasang pada sebuah situs, Anda bisa melihat ikon gembok atau bahkan bar hijau yang muncul di atas browser. Jika Anda memilih SSL yang mampu menampilkan Green Bar, pengguna Internet akan dengan mudah mengenali nama perusahaan Anda. Selain itu, mereka juga bisa mencari informasi lebih lanjut tentang sertifikat yang Anda gunakan. Keamanan website dan semua aktivitas yang ada tentu mampu membangun kepercayaan karena mereka merasa aman sehingga tidak akan lagi menghabiskan waktu untuk mencari website lain yang belum terjamin keamanannya. Anda juga bisa menanyakan kepada penyedia SSL Certificate apakah setiap jenis sertifikat mempunyai indikator yang berbeda ketika pengunjung website tidak bisa melihat ikon gembok atau bahkan Green Bar pada website Anda.