4 Cara Mengenali Website yang Aman

4 Cara Mengenali Website yang Aman

Setiap pemilik website memiliki tanggung jawab dalam memastikan keamanan pengunjungnya. Sayangnya, beberapa website masih banyak yang tidak aman karena tidak dilindungi dengan Sertifikat SSL/TLS berkualitas. Tahukan Anda jika website yang tidak aman bisa terinfeksi malware, mengirim spam, dan bahkan membuka kesempatan para peretas untuk mencuri informasi sensitif para pengunjung?

Untuk mendapatkan perlindungan keamanan terbaik untuk website, Anda bisa mulai mempertimbangkan untuk beli SSL/TLS GeoTrust atau produk dari Otoritas Sertifikat lainnya. Penting untuk diketahui bahwa website memperhatikan keamanan Anda dengan sangat serius. Bagaimana caranya untuk mengenali bahwa website Anda sudah aman setelah pemasangan sebuah Sertifikat SSL/TLS yang bagus?

Sebelum membuat keputusan untuk beli SSL/TLS DigiCert, Anda mungkin tertarik untuk mengetahui beberapa tanda amannya sebuah website. Anda bisa mengenali website yang aman dengan beberapa cara berikut:

1. Lihat Huruf “S” pada Https

Jika https terdengar sangat familiar, tentunya banyak URL yang dimulai dengan https sebagai ganti http. Adanya huruf ‘s” pada https adalah indikasi bahwa website Anda terlindungi dengan pemasangan Sertifikat SSL/TLS yang dilakukan setelah mengetahui harga SSL/TLS Entrust. Sertifikat SSL/TLS mengenkripsi komunikasi antara web server dan browser pengunjung website Anda sehingga setiap data yang dikirimkan aman. Meskipun https bukanlah satu-satunya yang website bisa lakukan untuk melindungi pengunjungnya, tetapi merupakan tanda bahwa pemilik website benar-benar peduli terhadap keamanan para pengunjung website miliknya. Sebelum mengunjungi sebuah website, pastikan Anda memeriksa apakan URL nya dimulai dengan https.

2. Periksa Segel Situs

Jika Anda melihat ikon dengan kata “secure” atau “verified”, nampaknya itu adalah segel situs. Segel situs mengindikasikan bahwa website bekerja dengan partner keamanan yang tepat. Segel situs ini juga merupakan indikator bahwa sebuah website memiliki https dan juga mengindikasikan fitur keamanan seperti tanggal pemindaian malware yang dilakukan pada situs.

3. Menemukan Informasi Kontak

Anda mungkin berfikir bahwa keberadaan kontak informasi sebuah website bisa menambah kepercayaan para pengunjungnya. Berdasarkan survei yang dilakukan, sekitar 44% pengunjung meninggalkan website yang tidak memiliki informasi kontak terutama nomor telepon atau handphone. Website yang aman biasanya menampilkan dengan jelas alamat email, nomor telepon, alamat kantor atau toko (jika punya), kebijakan pengembalian uang, dan akun media sosial. Meskipun tidak menyediakan keamanan, namun bisa mengindikasikan bahwa Anda bisa menghubungi mereka kapan saja ketika membutuhkan bantuan.

4. Ketahui Tanda Malware pada Website

Meskipun sebuah website dilindungi dengan pemasangan Sertifikat SSL/TLS atau memiliki segel situs dan informasi kontak, masih ada celah untuk terinfeksi malware. Lalu, bagaimana caranya mengetahui website yang terinfeksi malware?

a. Peringatan Mesin Pencari

Beberapa mesin pencari populer akan memindai malware pada website dan memberikan peringatan jika website tersebut terinfeksi malware.

b. Spam SEO

Tampilan link yang tidak biasa pada website, terutama di dalam komentar merupakan tanda spam SEO.

c. Malvertising

Beberapa iklan Beberapa iklan berbahaya mudah ditemukan. Mereka biasanya terlihat tidak profesional, mengandung kesalahan pengejaan atau tata bahasa, mempromosikan pemulihan yang cepat, atau fitur produk yang tidak cocok dengan riwayat penjelajahan Anda. Penting untuk dicatat bahwa iklan yang sah juga bisa mengandung malware, jadi berhati-hatilah saat mengklik.

d. Defacement

Serangan ini mudah terlihat, dimana penjahat cyber mengganti konten situs dengan nama, logo, atau citra ideologisnya.

e. Pop-up yang Mencurigakan

Berhati-hatilah terhadap pop-up yang mencurigakan. Mereka mungkin mencoba membujuk Anda untuk mengklik dan mengunduh malware secara tidak sengaja.

f. Phising Kit

Ini merupakan website yang menyerupai website Anda yang sering dikunjungi untuk menipu para pengunjung. Mereka mungkin tidak sadar bahwa membagikan informasi sensitif pada website yang mirip dengan milik Anda. Website tersebut mungkin nampa terpercaya tetapi Anda bisa melihat kesalahan tata bahasa dan pengejaan di dalamnya.

Membedakan Sertifikat SSL/TLS Gratis dan Berbayar

Membedakan Sertifikat SSL/TLS Gratis dan Berbayar

Saat ini, semakin banyak orang yang melakukan pembelian produk atau jasa melalui website. Pembelian online memang memberikan kemudahan namun seringnya pembeli harus memberikan data pribadi untuk menyelesaikan pesanan atau pembelian mereka. Sayangnya, tidak semua oran mengetahui bahaya dari memberikan data pribadi pada website yang tidak terenkripsi. Ada berbagai resiko dari setiap kunjungan Anda pada website tanpa enkripsi. Website akan terenkripsi jika dilindungi menggunakan Sertifikat SSL/TLS berkualitas.

Untuk mendapatkan produk yang sesuai, Anda bisa beli SSL/TLS GlobalSign dengan menghubungi penyedia Sertifikat SSL/TLS yang terpercaya. Mengapa harus membeli SSL/TLS sedangkan Anda bisa mendapatkan yang gratis? Mendapatkan produk gratisan memang terdengar menyenangkan, namun Anda juga harus mempertimbangkan kekurangannya.

Apakah Anda yakin bahwa Sertifikat SSL/TLS gratis akan bekerja sebaik produk berbayar? Anda mungkin bertanya-tanya mengapa produk berbayar jauh lebih baik dengan terlebih dahulu mempertimbangkan harga SSL/TLS GlobalSign. Pertanyaan semacam ini sering kami dapatkan terutama dari mereka yang belum pernah melindungi website mereka menggunakan Sertifikat SSL/TLS.

Keputusan untuk memilih Sertifikat SSL/TLS gratis dan berbayar tergantung pada berbagai faktor, terutama kebutuhan Anda dalam penggunaan SSL/TLS yang bagus. Setiap Sertifikat SSL/TLS melakukan enkrispi, dan tingkat enkripsi dari Sertifikat SSL/TLS gratis dan berbayar mungkin saja sama. Kekuatan enkripsi mempunyai peranan penting dalam penggunaan Sertifikat SSL/TLS untuk hal keamanan digital. Jika Anda yakin tidak akan mengalami masalah pada saat pemasangan dan pengelolaan sertifikat, maka SSL/TLS gratis tetap bisa menjadi pilihan yang bagus.

Apakah Anda pemilik situs web e-commerce? Atau apakah website Anda adalah website pemerintahan? Untuk jenis website seperti ini, akan lebih baik jika tidak menggunakan Sertifikat SSL/TLS gratis. Sebagai gantinya, Anda bisa beli SSL/TLS Sectigo terutama jika perusahaan Anda merupakan perusahaan kelas enterprise. Sectigo menawarkan beberapa produk yang didesain untuk enterprise seperti Sectigo EnterpriseSSL Pro SSL.

Jadi, apa yang membuat Sertifikat SSL/TLS gratis dan berbayar berbeda? Anda mungkin sudah sering mendengar bahwa Anda selalu mendapatkan apa yang dibayarkan. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh Sertifikat SSL/TLS berbayar namun tidak bisa dilakukan oleh sertifikat gratisan.

Sertifikat SSL/TLS gratis biasanya hanya melakukan autentikasi domain untuk setiap penerbitan sertifikat. Pada saat pengguna Internet mengunjungi website Anda, mereka hanya bisa melihat tampilan https yang kemudian diikuti nama domain Anda tanpa mengetahui siapa yang menjalankan website tersebut meskipun bisnis yang Anda jalankan memang bisnis yang legal dan nyata.

Kenyataannya, Sertifikat SSL/TLS berbayar memiliki tingkat validasi yang lebih tinggi sehingga bisa menyediakan rincian yang terverifikasi. Selain bisa melihat nama domain dengan tampilan https pada Address Bar Browser, para pengunjung website juga bisa mengetahui nama perusahaan atau organisasi di belakangnya. Hal ini bisa menambah kepercayaan mereka terhadap website Anda. inilah yang dinamakan dengan autentikasi bisnis yang hanya tersedia dari Otoritas Sertifikat komersial. Proses autentikasi tersebut juga memerlukan waktu guna memastikan bahwa organisasi tersebut memang legal.

Keuntungan lain dari Sertifikat SSL/TLS berbayar adalah dukungan dan fitur yang diberikan. Ketika hendak menggunakan sebuah sertifikat untuk mengamankan data secara digital, maka Anda juga harus mempertimbangkan hal-hal lain yang bisa terjadi bahkan sesaat setelah sertifikat dipasang. Dukungan dan fitur yang diberikan membuat produk SSL/TLS berbayar menjadi pilihan investasi yang tepat karena SSL/TLS gratis tidak bisa melakukannya.

Lalu, mengapa bisnis tingkat enterprise tidak boleh menggunakan Sertifikat SSL/TLS gratis? Sebenarnya, mereka boleh saja menggunakannya tapi enterprise memiliki infrastruktur yang banyak yang mungkin membutuhkan bahkan ribuan sertifikat. Jika membeli sertifikat sebanyak itu bisa menghabiskan banyak uang, maka yang harus dipertimbangkan adalah solusi Public Key Infrastructure (PKI) terkelola dimana mereka bekerja dengan Otoritas Sertifikat untuk menghasilkan root certificate mereka sendiri, yang kemudian diinstal di root store dari semua titik akhirnya sehingga dapat mengeluarkan sertifikat tepercaya untuk jaringan internal atau intranet apa pun yang dimilikinya.