Sertifikat SSL Domain Validation (DV)

Sertifikat SSL Domain Validation (DV)

Masih banyak yang belum benar-benar mengerti mengapa mereka harus mengamankan website menggunakan Sertifikat SSL. Di pasaran, bahkan tersedia SSL/TLS termurah sehingga tidak ada alasan untuk tidak memberikan keamanan pada pengunjung website. Bukan lagi menjadi rahasia jika sertifikat digital (SSL) mampu memberikan keamanan yang sesuai dengan kebutuhan website Anda. untuk tingkat keamanan terbaik, pastikan untuk mendapatkan SSL/TLS berkualitas meskipun produk semacam ini biasanya hadir dengan harga yang sedikit lebih mahal. Salah satu alasan yang tepat untuk penggunaan SSL/TLS adalah pelanggan semakin memperhatikan keamanan online dan bertanya-tanya apakaha informasi pribadi mereka dilindungi dengan benar sering dengan meningkatnya transaksi online.

Secure Socket Layer (SSL) akan melindungi data setiap pengunjung website sehingga mereka merasa aman dan percaya pada brand Anda. Setiap jenis website bahkan blog penting menggunakan Sertifikat SSL/TLS Indonesia. Salah satu jenis Sertifikat SSL/TLS yang tersedia adalah SSL Domain Validation (DV).

Lalu apa itu Domain Validation (DV)? SSL DV adalah sertifikat digital yang diperiksa dan dikeluarkan oleh Otoritas Sertifikat (Certificate Authority) yang proses validasinya termudah dan tercepat jika dibandingkan dengan jenis lainnya Organization Validation (OV) dan Extended Validation (EV). Sertifikat digital ini membuat koneksi online yang aman guna melindungi interaksi pengguna dan data sensitif mereka. Website dengan enkripsi SSL/TLS memiliki simbol gembok (padlock) dan HTTPS diawal URL yang menjadi indikator keamanan. Website dengan HTTPS akan ditandai sebagai website yang aman bagi siapa saja yang ingin mengunjunginya. Sebelum mengunjungi sebuah website, Anda bisa mulai dengan melihat apakah website tersebut masih menggunakan HTTP atau sudah menggunakan HTTPS.

Otoritas Sertifikat hanya melakukan verifikasi bahwa pembelian sertifikat dalam kontrol domain website untuk setiap penerbitan Sertifikat SSL DV. Diantara tiga jenis level Sertifikat SSL/TLS, Sertifikat SSL DV menawarkan level otentikasi yang lebih dasar dan sederhana sehingga sertifikat bisa segera diterbitkan hanya dalam hitungan menit. Mereka yang memilih sertifikat digital ini bisa segera mengamankan website guna menambah kepercayaan dari pengunjung website dan pelanggan setia.

Selain Sertifikat SSL DV, ada dua jenis lainnya yaitu Organization Validation (OV) dan Extended Validation (EV) yang membutuhkan level validasi yang lebih tinggi. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa pengguna berinteraksi dengan mereka dengan aman dengan entitas yang sah yang mereka maksud untuk berinteraksi. Untuk setiap penerbitan Sertifikat SSL OV dan EV, Otoritas Sertifikat harus terlebih dahulu melakukan verifikasi keberadaan organisasi atau perusahaan dan EV membutuhkan dokumen yang lebih banyak. Sertifikat SSL EV menampilkan nama perusahaan pemilik sertifikat pada Address Bar Browser dengan tampilan Green Bar. Karena Sertifikat SSL DV hadir dengan level otentikasi yang paling rendah, Anda mungkin ingin tahu apa saja kelebihan dan kekurangan sertifikat digital jenis ini.

Kelebihan

  • Mudah didapatkan karena perusahaan bisa mendapatkan persetujuan untuk penerbitan sertifikat melalui telepon atau email
  • Proses yang cepat dimana proses untuk mendapatkan Sertifikat DV sangatlah sederhana karena sertifikat ini biasanya otomatis
  • Terjangkau karena hadir dengan tingkat harga yang rendah dibandingkan sertifikat jenis lainnya. Bahkan ada yang disediakan secara gratis

Kekurangan

  • Tingkat validasi yang rendah karena hanya membutuhkan verifikasi kepemilikan atas nama domain calon pemilik sertifikat
  • Kurangnya dukungan (terutama sertifikat yang gratis) karena tidak hadir dengan dukungan atau tool manajemen
  • Setiap pemilik website termasuk Anda bisa memilih Sertifikat SSL DV jika website hanya diakses oleh pihak dengan jumlah yang terbatas, sebagai contoh adalah website internal perusahaan atau organisasi. Sertifikat tentu bisa menjadi pilihan yang tepat jika pengunjung tidak harus memasukan data apapun. Biasanya website yang dilindungi dengan DV tidak berfokus atau bergantung pada kepercayaan pelanggan.
Masalah yang Sering Ditemukan dalam Penggunaan Sertifikat SSL

Masalah yang Sering Ditemukan dalam Penggunaan Sertifikat SSL

Keamanan menjadi faktor penting di dalam proses pengembangan website. Saat ini, pengguna Internet semakin banyak yang memiliki kekhawatiran akan keamanan data pribadi yang mereka masukkan ketika melakukan transaksi pada sebuah situs web. Website yang tidak memiliki keamanan yang baik tentu akan mudah diretas meskipun memiliki tampilan yang menarik. Salah satu cara untuk mengamankan sebuah situs web adalah dengan menambahkan Sertifikat SSL/TLS Indonesia.

SSL (Secure Socket Layer) berperan sebagai protokol keamanan website yang akan melindungi setiap data sensitif para pengunjung website. Konfigurasi Sertifikat SSL pada website terbilang mudah namun terkadang memunculkan persoalan yang tidak terduga. Waktu yang tepat untuk memasang SSL/TLS adalah ketika Anda ingin memiliki situs web, software online, atau aplikasi maupun mobil yang aman. Anda juga bisa menggunakan SSL/TLS ketika mulai menyadari pentingnya mendapatkan kepercayaan dari pengunjung dan pelanggan yang juga membawa dampak positif bagi pertumbuhan bisnis.

Sertifikat SSL/TLS berkualitas membantu mengamankan transaksi e-commerce dan data sensitif pelanggan karena sertifikat ini akan melindungi website dari serangan cyber. Aplikasi atau software yang diamankan menggunakan Sertifikat SSL/TLS biasanya mendapatkan jumlah download dan ulasan yang terbaik dari para pengguna. Hal tersebut karena mereka tidak mempunyai pengalaman yang mengkhawatirkan seperti masalah keamanan dan pencurian data.

Sayangnya, pemasangan Sertifikat SSL/TLS termurah terkadang menyebabkan beberapa kesalahan pada situs web yang bisa menggangu fungsi situs web tersebut. Hal ini sangat mungkin terjadi, terlebih jika Sertifikat SSL/TLS seperti SSL/TLS Entrust dipasang oleh pihak yang memiliki pengalaman pemasangan SSL/TLS yang sangat minim. Jika Anda tidak bisa melihat ikon gembok berwarna hijau pada kolom URL di browser serta tidak melihat kata “secure” pada beberapa browser, mungkin masih ada celah keamanan pada situs web Anda.

Berikut adalah beberapa masalah terkait penggunaan Sertifikat SSL/TLS yang sering dihadapi oleh pemilik situs web.

SSL Serving Mixed Content

Website yang dipasang Sertifikat SSL/TLS membuat pengunjung merasa aman dan tidak akan mengalami masalah keamanan. Jika masih ada sebagian isi website Anda yang tidak aman, browser akan mengeluarkan peringatan “mixed-content”. Hal ini bisa terjadi jika sebuah halaman situs mengandung konten yang diamankan dan konten yang belum diamankan namun kedua konten tersebut dikirim melalui SSL ke browser. Meskipun website telah diamankan menjadi https, namun konten yang belum berhasil diamankan bisa dibaca sehingga pihak tidak bertanggung jawab bisa memodifikasinya.

Certificate Name Mismatch Error

Terkadang, browser mengeluarkan pesan “The security certificate presented by this website was issued for a different website’s address” pada saat Anda mengunjungi sebuah website. Inilah yang disebut denagan certificate name mismatch error. Mengapa masalah seperti ini bisa terjadi? Hal ini bisa dikarenakan oleh common name atau Subject Alternative Name (SAN) dari sertifikat SSL Anda tidak sesuai dengan nama domain atau address bar di website Anda. Masalah seperti ini bisa terjadi karena beberapa hal jadi pastikan Anda akan melakukan analisis secara menyeluruh. Beberapa jenis Sertifikat SSL/TLS bagus menyediakan SSL Checker tool sebagai fitur tambahan tanpa Anda harus membayar lebih untuk menggunakannya.

Certificate is not Issued by a Trusted Certificate Authority

Jikan Anda menemukan “The Scertificate isn’t issued by a trusted Certificate Authority”, ini bisa menandakan bahwa browser Anda tidak mempercayai sertifikat SSL Anda karena sertifikat tersebut tidak mendapatkan persetujuan dari otoritas sertifikat atau yang biasa dikenal sebagai CA. Beberapa alasan mengapa masalah ini terjadi adalah penggunaan self-signed certificate pada website, penggunaan sertifikat SSL gratis, dan penggunaan sertifikat SSL terpercaya namun tidak ada chain sertifikat atau tidak terpasang dengan benar.

Penggunaan Sertifikat SSL Multi-Domain untuk Kepentingan Keamanan Digital

Penggunaan Sertifikat SSL Multi-Domain untuk Kepentingan Keamanan Digital

Penggunaan Sertifikat SSL/TLS berkualitas menjadi salah satu pilihan terbaik saat Anda memiliki tujuan atau apapun yang berhubungan dengan keamanan digital. Namun, pastikan terlebih dahulu apakah Anda akan beli SSL/TLS RapidSSL atau brand lainnya. Hal ini dimaksudkan agar sertifikat yang dipasang memang sesuai dengan kebutuhan Anda. Salah satu pilihan yang bisa dipertimbangkan adalah Sertifikat SSL Multi-domain namun tidak semua Otoritas Sertifikat menawarkan pilihan Sertifikat ini.

Bagi beberapa perusahaan dan bisnis, Sertifikat SSL Multi-Domain merupakan pilihan yang cerdas. Tentu saja, mereka sudah terlebih dahulu mengetahui beberapa alasannya. Apakah Anda benar-benar butuh Sertifikat SSL/TLS Indonesia tipe ini? Ada begitu banyak pilihan produk untuk tipe SSL/TLS ini termasuk DigiCert Multi-Domain SSL dan GeoTrust BusinessID With Multi-Domain SSL.

Apa sih Multi-Domain SSL? Multi-Domain SSL merupakan SSL yang didesain untuk mengamankan banyak domain hanya dengan menggunakan satu Sertifikat SSL/TLS saja. Dengan kata lain, Anda bisa mengamankan banyak domain tanpa harus membeli banyak Sertifikat SSL/TLS yang bagus. Sertifikat ini bisa digunakan untuk mengamankan Microsoft Exchange Server (versi 2003, 2007, 2010, 2013, 2016, dan 2019), Office Communications Server (versi 2007 dan 2010) atau mobile device manager. Nama lain dari Sertifikat Multi-Domain adalah Sertifikat SAN (Subject Alternative Name) dan UCC (Unified Communication Certificate). Produk lain yang bisa menjadi pertimbangan Anda ketika memilih sertifikat jenis ini adalah Entrust UC Multi-Domain SSL.

Ketika memilih Sertifikat Multi-Domain setelah Anda membuat keputusan untuk beli SSL/TLS Sectigo, ada field yang memungkinkan Anda untuk melampirkan tambahan nama host pada satu Sertifikat SSL/TLS. Nama host tersebut bisa berupa apa saja mulai dari alamat IP hingga URL namun biasanya nama DNS (Domain Name System).

Pada saat pengguna mencoba untuk mengakses website yang dilindungi oleh Sertifikat SSL Multi-Domain, browser akan memeriksa sertifikat untuk memastikan apakah URL memang sesuai dengan satu dari nama SAN (Subject Alternative Name) yang berada didalamnya. Jika sesuai, maka koneksi aman ke server akan dibuat.

Biasanya, Sertifikat SSL/TLS ini seringkali digunakan oleh perusahaan atau organisasi yang menggunakan banyak domain atau website. Memilih Sertifikat SSL/TLS jenis ini juga merupakan cara termudah dan hemat untuk mengamankan lebih dari satu domain hanya dengan satu Sertifikat SSL/TLS.

Sama seperti tipe Sertifikat SSL/TLS lainnya, Sertifikat SSL/TLS Multi-Domain juga memberikan beberapa keuntungan bagi setiap penggunanya. Namun keuntungan yang ditawarkan oleh tiap Otoritas Sertifikat berbeda-beda. Sudahkan Anda memastikan bahwa harga SSL/TLS Sectigo sesuai dengan budget yang Anda miliki? Keuntungan yang akan didapatkan tentu harus sepadan dengan jumlah uang yang dikeluarkan ketika membeli Sertifikat SSL Multi-Domain.

Salah satu keuntungan dari penggunakan Sertifikat SSL Multi-Domain adalah hemat uang atau biaya. Karena beberapa domain bisa diamankan dengan satu sertifikat, Anda tentu tidak perlu membeli tambahan sertifikat. Akan tetapi Anda juga harus tahu bahwa menggunakan sertifikat ini mungkin membuat beberapa domain atau website yang Anda lindungi terlihat berhubungkan satu sama lain. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan karena hal ini bukan masalah. Faktanya, sudah banyak bisnis yang menggunakan Sertifikat SSL Multi-Domain untuk kepentingan keamanan beberapa website mereka.

Jika hendak membeli Sertifikat SSL Multi-Domain pastikan Anda tidak hanya berfokus pada keuntungan yang didapatkan tetapi juga tingkat pengenalan dari Otoritas Sertifikat yang akan memberikan nilai lebih pada Sertifikat SSL/TLS yang Anda gunakan.