4 Cara Mengenali Website yang Aman

4 Cara Mengenali Website yang Aman

Setiap pemilik website memiliki tanggung jawab dalam memastikan keamanan pengunjungnya. Sayangnya, beberapa website masih banyak yang tidak aman karena tidak dilindungi dengan Sertifikat SSL/TLS berkualitas. Tahukan Anda jika website yang tidak aman bisa terinfeksi malware, mengirim spam, dan bahkan membuka kesempatan para peretas untuk mencuri informasi sensitif para pengunjung?

Untuk mendapatkan perlindungan keamanan terbaik untuk website, Anda bisa mulai mempertimbangkan untuk beli SSL/TLS GeoTrust atau produk dari Otoritas Sertifikat lainnya. Penting untuk diketahui bahwa website memperhatikan keamanan Anda dengan sangat serius. Bagaimana caranya untuk mengenali bahwa website Anda sudah aman setelah pemasangan sebuah Sertifikat SSL/TLS yang bagus?

Sebelum membuat keputusan untuk beli SSL/TLS DigiCert, Anda mungkin tertarik untuk mengetahui beberapa tanda amannya sebuah website. Anda bisa mengenali website yang aman dengan beberapa cara berikut:

1. Lihat Huruf “S” pada Https

Jika https terdengar sangat familiar, tentunya banyak URL yang dimulai dengan https sebagai ganti http. Adanya huruf ‘s” pada https adalah indikasi bahwa website Anda terlindungi dengan pemasangan Sertifikat SSL/TLS yang dilakukan setelah mengetahui harga SSL/TLS Entrust. Sertifikat SSL/TLS mengenkripsi komunikasi antara web server dan browser pengunjung website Anda sehingga setiap data yang dikirimkan aman. Meskipun https bukanlah satu-satunya yang website bisa lakukan untuk melindungi pengunjungnya, tetapi merupakan tanda bahwa pemilik website benar-benar peduli terhadap keamanan para pengunjung website miliknya. Sebelum mengunjungi sebuah website, pastikan Anda memeriksa apakan URL nya dimulai dengan https.

2. Periksa Segel Situs

Jika Anda melihat ikon dengan kata “secure” atau “verified”, nampaknya itu adalah segel situs. Segel situs mengindikasikan bahwa website bekerja dengan partner keamanan yang tepat. Segel situs ini juga merupakan indikator bahwa sebuah website memiliki https dan juga mengindikasikan fitur keamanan seperti tanggal pemindaian malware yang dilakukan pada situs.

3. Menemukan Informasi Kontak

Anda mungkin berfikir bahwa keberadaan kontak informasi sebuah website bisa menambah kepercayaan para pengunjungnya. Berdasarkan survei yang dilakukan, sekitar 44% pengunjung meninggalkan website yang tidak memiliki informasi kontak terutama nomor telepon atau handphone. Website yang aman biasanya menampilkan dengan jelas alamat email, nomor telepon, alamat kantor atau toko (jika punya), kebijakan pengembalian uang, dan akun media sosial. Meskipun tidak menyediakan keamanan, namun bisa mengindikasikan bahwa Anda bisa menghubungi mereka kapan saja ketika membutuhkan bantuan.

4. Ketahui Tanda Malware pada Website

Meskipun sebuah website dilindungi dengan pemasangan Sertifikat SSL/TLS atau memiliki segel situs dan informasi kontak, masih ada celah untuk terinfeksi malware. Lalu, bagaimana caranya mengetahui website yang terinfeksi malware?

a. Peringatan Mesin Pencari

Beberapa mesin pencari populer akan memindai malware pada website dan memberikan peringatan jika website tersebut terinfeksi malware.

b. Spam SEO

Tampilan link yang tidak biasa pada website, terutama di dalam komentar merupakan tanda spam SEO.

c. Malvertising

Beberapa iklan Beberapa iklan berbahaya mudah ditemukan. Mereka biasanya terlihat tidak profesional, mengandung kesalahan pengejaan atau tata bahasa, mempromosikan pemulihan yang cepat, atau fitur produk yang tidak cocok dengan riwayat penjelajahan Anda. Penting untuk dicatat bahwa iklan yang sah juga bisa mengandung malware, jadi berhati-hatilah saat mengklik.

d. Defacement

Serangan ini mudah terlihat, dimana penjahat cyber mengganti konten situs dengan nama, logo, atau citra ideologisnya.

e. Pop-up yang Mencurigakan

Berhati-hatilah terhadap pop-up yang mencurigakan. Mereka mungkin mencoba membujuk Anda untuk mengklik dan mengunduh malware secara tidak sengaja.

f. Phising Kit

Ini merupakan website yang menyerupai website Anda yang sering dikunjungi untuk menipu para pengunjung. Mereka mungkin tidak sadar bahwa membagikan informasi sensitif pada website yang mirip dengan milik Anda. Website tersebut mungkin nampa terpercaya tetapi Anda bisa melihat kesalahan tata bahasa dan pengejaan di dalamnya.

Membedakan Sertifikat SSL/TLS Gratis dan Berbayar

Membedakan Sertifikat SSL/TLS Gratis dan Berbayar

Saat ini, semakin banyak orang yang melakukan pembelian produk atau jasa melalui website. Pembelian online memang memberikan kemudahan namun seringnya pembeli harus memberikan data pribadi untuk menyelesaikan pesanan atau pembelian mereka. Sayangnya, tidak semua oran mengetahui bahaya dari memberikan data pribadi pada website yang tidak terenkripsi. Ada berbagai resiko dari setiap kunjungan Anda pada website tanpa enkripsi. Website akan terenkripsi jika dilindungi menggunakan Sertifikat SSL/TLS berkualitas.

Untuk mendapatkan produk yang sesuai, Anda bisa beli SSL/TLS GlobalSign dengan menghubungi penyedia Sertifikat SSL/TLS yang terpercaya. Mengapa harus membeli SSL/TLS sedangkan Anda bisa mendapatkan yang gratis? Mendapatkan produk gratisan memang terdengar menyenangkan, namun Anda juga harus mempertimbangkan kekurangannya.

Apakah Anda yakin bahwa Sertifikat SSL/TLS gratis akan bekerja sebaik produk berbayar? Anda mungkin bertanya-tanya mengapa produk berbayar jauh lebih baik dengan terlebih dahulu mempertimbangkan harga SSL/TLS GlobalSign. Pertanyaan semacam ini sering kami dapatkan terutama dari mereka yang belum pernah melindungi website mereka menggunakan Sertifikat SSL/TLS.

Keputusan untuk memilih Sertifikat SSL/TLS gratis dan berbayar tergantung pada berbagai faktor, terutama kebutuhan Anda dalam penggunaan SSL/TLS yang bagus. Setiap Sertifikat SSL/TLS melakukan enkrispi, dan tingkat enkripsi dari Sertifikat SSL/TLS gratis dan berbayar mungkin saja sama. Kekuatan enkripsi mempunyai peranan penting dalam penggunaan Sertifikat SSL/TLS untuk hal keamanan digital. Jika Anda yakin tidak akan mengalami masalah pada saat pemasangan dan pengelolaan sertifikat, maka SSL/TLS gratis tetap bisa menjadi pilihan yang bagus.

Apakah Anda pemilik situs web e-commerce? Atau apakah website Anda adalah website pemerintahan? Untuk jenis website seperti ini, akan lebih baik jika tidak menggunakan Sertifikat SSL/TLS gratis. Sebagai gantinya, Anda bisa beli SSL/TLS Sectigo terutama jika perusahaan Anda merupakan perusahaan kelas enterprise. Sectigo menawarkan beberapa produk yang didesain untuk enterprise seperti Sectigo EnterpriseSSL Pro SSL.

Jadi, apa yang membuat Sertifikat SSL/TLS gratis dan berbayar berbeda? Anda mungkin sudah sering mendengar bahwa Anda selalu mendapatkan apa yang dibayarkan. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh Sertifikat SSL/TLS berbayar namun tidak bisa dilakukan oleh sertifikat gratisan.

Sertifikat SSL/TLS gratis biasanya hanya melakukan autentikasi domain untuk setiap penerbitan sertifikat. Pada saat pengguna Internet mengunjungi website Anda, mereka hanya bisa melihat tampilan https yang kemudian diikuti nama domain Anda tanpa mengetahui siapa yang menjalankan website tersebut meskipun bisnis yang Anda jalankan memang bisnis yang legal dan nyata.

Kenyataannya, Sertifikat SSL/TLS berbayar memiliki tingkat validasi yang lebih tinggi sehingga bisa menyediakan rincian yang terverifikasi. Selain bisa melihat nama domain dengan tampilan https pada Address Bar Browser, para pengunjung website juga bisa mengetahui nama perusahaan atau organisasi di belakangnya. Hal ini bisa menambah kepercayaan mereka terhadap website Anda. inilah yang dinamakan dengan autentikasi bisnis yang hanya tersedia dari Otoritas Sertifikat komersial. Proses autentikasi tersebut juga memerlukan waktu guna memastikan bahwa organisasi tersebut memang legal.

Keuntungan lain dari Sertifikat SSL/TLS berbayar adalah dukungan dan fitur yang diberikan. Ketika hendak menggunakan sebuah sertifikat untuk mengamankan data secara digital, maka Anda juga harus mempertimbangkan hal-hal lain yang bisa terjadi bahkan sesaat setelah sertifikat dipasang. Dukungan dan fitur yang diberikan membuat produk SSL/TLS berbayar menjadi pilihan investasi yang tepat karena SSL/TLS gratis tidak bisa melakukannya.

Lalu, mengapa bisnis tingkat enterprise tidak boleh menggunakan Sertifikat SSL/TLS gratis? Sebenarnya, mereka boleh saja menggunakannya tapi enterprise memiliki infrastruktur yang banyak yang mungkin membutuhkan bahkan ribuan sertifikat. Jika membeli sertifikat sebanyak itu bisa menghabiskan banyak uang, maka yang harus dipertimbangkan adalah solusi Public Key Infrastructure (PKI) terkelola dimana mereka bekerja dengan Otoritas Sertifikat untuk menghasilkan root certificate mereka sendiri, yang kemudian diinstal di root store dari semua titik akhirnya sehingga dapat mengeluarkan sertifikat tepercaya untuk jaringan internal atau intranet apa pun yang dimilikinya.

6 Kesalahan Umum Pemasangan Sertifikat SSL yang Harus Dihindari

6 Kesalahan Umum Pemasangan Sertifikat SSL yang Harus Dihindari

Saat ini, memilih Sertifikat SSL/TLS Indonesia yang tepat nampaknya lebih menantang dibandingkan sebelumnya. Sebagai pemilik website, Anda mungkin tertarik untuk mendapatkan produk gratis, akan tetapi kualitas harus selalu menjadi pertimbangan utama terlebih dengan banyaknya pilihan yang tersedia.

Terlepas dari apapun alasan Anda memasang SSL/TLS, Anda juga harus berhati-hati terhadap kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi pada saat pemasangan SSL/TLS tersebut. Anda harus memikirkan hal tersebut bahkan sebelum memutuskan untuk beli SSL/TLS Sectigo.

Faktanya, mendapatkan Sertifikat SSL/TLS terbaik tidak dinilai dari seberapa murah harga SSL/TLS Sectigo yang didapatkan. Untuk memastikan hasil terbaik dari pemasangan sebuah SSL/TLS dimana Anda bisa mengamankan data pada website Anda, pastikan Anda juga mengetahui bagaimana caranya agar tidak pernah melakukan kesalahan meski yang nampak sepele sekalipun. Akan lebih baik jika menggunakan jasa dari seorang ahli meskipun harus mengeluarkan uang lebih. Anggap saja ini sebagai sebuah investasi jangka panjang, dimana Anda juga benar-benar mendapatkan keuntungan dari penggunaan sebuah Sertifikat SSL/TLS.

Beberapa kesalahan dalam pemasangan Sertifikat SSL/TLS yang sering terjadi dan harus dihindari adalah:

Memilih Otoritas Sertifikat yang Salah

Pastikan untuk tidak memilih Otoritas Sertifikat yang salah. Pentin untuk memastikan bahwa Otoritas Sertifikat yang dipilih adalah yang terpercaya, yang berarti bahwa browser telah memberikan izin pada mereka untuk menerbitkan Sertifikat SSL/TLS berkualitas. Yang harus diingat adalah tidak semua Otoritas Sertifikat itu sama. Sah sah saja jika Anda ingin menghemat dana dalam pembelian sebuah Sertifikat SSL/TLS tapi jangan lupa juga untuk mempertimbangkan keuntungan jangka panjang yang akan didapatkan. Otoritas Sertifikat terpercaya biasanya tidak hanya menawarkan jaminan tetapi juga melengkapi produk mereka dengan solusi keamanan lainnya seperti segel situs yang berguna untuk meningkatkan kepercayaan pelanggan dan pengunjung website.

Tergoda untuk Menandatangi Sertifikat SSL/TLS yang Dibeli

Jangan pernah menandatangani SSL/TLS Anda sendiri. Menandatangani berarti Anda mengizinkan diri Anda sendiri. Lalu, bagaiman pelanggan dan pengunjung website akan percaya akan kemanan website Anda? Browser akan memperingatkan pengunjung website perihal ketidakamanan dan kepercayaan website Anda jika Anda memaksakan diri untuk menandatangani sertifikat tersebut.

Kesalahan Dalam Certificate Signing Request

Sertifikat tidak bisa dihasilkan jika Certificate Signing Request atau CSR tidak dilakukan dengan benar. Proses CSR berbeda-beda tergantung pada software yang digunakan. Proses ini tentu membutuhkan waktu. Jadi, jika Anda terburu-buru dalam proses tersebut, maka kemungkinan terburuknya adalah sertifikat tidak bisa diterbitkan.

Kesalahan Dalam Proses Validasi

Sebelum menerbitkan SSL/TLS, Otoritas Sertifikat harus memeriksa Anda dan organisasi Anda. Jika Anda ingin sertifikat diterbitkan dalam waktu yang singkat, masa Domain Validation (DV) bisa menjadi pilihan yang tepat. Anda hanya perlu memiliki informasi WHOIS registry dan merespon email yang dikirmkan pada Anda. untuk Sertifikat SSL/TLS yang lebih baik seperti Organization Validation (OV) dan Extended Validation (EV), Anda diharuskan untuk memberikan informasi yang dibutuhkan termasuk mengumpulkan dokumen yang diminta. Meskipun proses validanya lebih lama dibandingkan dengan Domain Validation (DV), tingkat keamanan yang didapatkan lebih tinggi sehingga pelanggan dan pengunjung website semakin percaya pada Anda dan bisnis Anda perihal keamanan.

Kesalahan Dengan Kunci Privasi (Private Key) Anda

Pada saat menghasilkan Certificate Signing Request (SCR), komputer Anda juga membuat file yang diketahui sebagai Private Key. Kunci ini sangat penting karena bekerja untuk membuatka komunikasi terenkripsi yang dilalui dari browser pengunjung Anda ke web server Anda. tanpa kunci tersebut, sertifikat tidak akan bekerja sama sekali. Menjaga keamanan private key Anda sangatlah penting dan pastikan bahwa tidak ada pihak lain yang mengetahui informasi tersebut.

Tidak Mencoba Setelah Pemasangan

Sangat penting untuk memastikan bahwa sertifikat Anda benar-benar bekerja sebagaimana mestinya. Salah satu cara yang paling mudah adalah dengan mengunjungi website menggunakan protokol HTTPS dengan diikuti nama domain Anda. jika ikon gembok atau Green Bar (untuk Sertifikat jenis EV) muncul di Address Bar Browser, maka bisa dipastikan sertifikat Anda akan bekerja dengan baik.

4 Cara Memilih Sertifikat SSL yang Tepat

4 Cara Memilih Sertifikat SSL yang Tepat

Membutuhkan Sertifikat SSL/TLS terbaik? Seiring dengan berjalannya waktu dan perkembangan teknologi, HTTP berubah menjadi HTTPS. Tampilan HTTPS menjadi indikasi keamanan sebuah website dengan pemasangan sebuah Sertifikat SSL/TLS. Google menampilkan peringatan “tidak aman” pada website HTTP sehingga akan lebih baik jika mulai beralih pada HTTPS. Mungkin sebagian dari Anda lebih tertarik untuk beli SSL/TLS Sectigo dibandingkan dengan produk dari Otoritas Sertifikat lainnya karena banyaknya pilihan produk yang bisa digunakan sesuai dengan kebutuhan keamanan Anda.

Ada beberapa parameter yang harus dipertimbangkan ketika hendak mengubah website menjadi website yang terlindungi dengan pemasangan Sertifikat SSL/TLS Indonesia yang juga bisa menghemat waktu dan uang. Pada saat membeli sebuah sertifikat SSL/TLS untuk sebuah website, penyedia akan menerbitkan sertifikat yang unik untuk kebutuhan website Anda. jika sebuah server menyamar sebagai website HTTPS, makan browser akan mendeteksi dan memperingatkan pengunjung pada saat mereka terhubung ke website. Kini, saatnya Anda mendapatkan SSL/TLS yang bagus terlepas dari apapun solusi keamanan digital yang Anda butuhkan.

Sertifikat SSL/TLS manakah yang tepat untuk kebutuhan keamanan Anda? Berikut adalah hal-hal yang harus Anda ketahui.

SSL untuk Blog

Ada banyak perusahaan yang menawarkan SSL gratis namun Anda juga harus mempertimbangkan beberapa hal sebelum memilihnya meskipun Anda tentu bisa menghemat uang dengan memiliki produk SSL/TLS gratis. Sebagai gantinya, Anda bisa memilih SSL/TLS berkualitas yang merupakan sebagai sertifikat standar. Meskipun blog merupakan website domain tunggal yang tidak berinteraksi dengan password dan informasi kartu kredit pelanggan, blog dengan tampilan HTTPS mendapatkan perhatian khusus dari mesin pencari. Anda bisa mempertimbangkan produk SSL/TLS standar dengan terlebih dahulu mencari informasi mengenai harga SSL/TLS DigiCert. Salah satu pilihan terbaik untuk Anda adalah DigiCert Standard SSL.

SSL untuk Website Personal dan Bisnis

Mereka yang memiliki website bisnis yang berhubungan dengan informasi sensitif pelanggan serta akun pengguna, akan lebih baik jika memiliki SSL standar atau basic. Jika dibandingkan dengan Sertifikat SSL Extended Validation (EV), standard SSL tentu jauh lebih murah. Anda juga bisa mempertimbangkan Sertifikat SSL Wildcard untuk keamanan sub-domains tanpa batas.

SSL untuk Website E-commerce dan Bisnis Besar

Untuk setiap website e-commerce atau yang digunakan untuk bisnis besar, akan lebih baik menggunakan SSL jenis Extended Validation (EV). Website e-commerce menangani aktivitas yang melibatkan informasi pribadi dan rincian kartu kredit. Oleh karena itu, tingkat keamanan tertinggi sangat dibutuhkan kaerna komunikasi antara browser dan server harus dilindungi dengan keamanan terbaik. Sertifikat SSL Extended Validation (EV) menyediakan green bar address pada URL website. Tentu Anda bisa memilih produk dari berbagai Otoritas Sertifikat terpercaya. DigiCert EV SSL atau Sectigo EnterpriseSSL Pro with EV adalah dua dari sekian banyak produk SSL/TLS dengan jenis EV.

SSL untuk Situs Global dan Server

Mereka yang ingin mendapatkan keamanan terbaik untuk situs global dan bahkan server bisa memilih Sertifikat SSL Organization Validation (OV). Sertifikat SSL/TLS jenis ini memang dibuat untuk organisasi besar karena keamanan yang diberikan berada pada level organisasi. Thawte SSL Webserver SSL bisa menjadi satu dari sekian banyak pilihan. Selain itu, Anda juga memiliki pilihan produk SSL lainnya yang merupakan SSL dengan jenis Organization Validation (OV) yang disediakan oleh hampir semua Otoritas Sertifikat terkemuka di dunia. Namun, akan lebih baik untuk berkonsultasi dengan penyedia sertifikat terpercaya di Indonesia. Mereka memiliki tim ahli yang bisa membantu memilih SSL/TLS terbaik untuk kebutuhan Anda.

4 Dampak Negatif Sertifikat SSL Kedaluwarsa

4 Dampak Negatif Sertifikat SSL Kedaluwarsa

Anda mungkin sudah sering melihat ikon gembok ketika mengunjungi sebuah website. Ikon tersebut merupakan indikator keamanan sebuah website. Indikator lain adalah tampilan HTTPS pada address bar browser yang kemudian diikuti oleh URL website. Mungkin selama ini Anda tidak pernah memperdulikan tampilan kedua indikator keamanan tersebut. Faktanya, keamanan website dengan penggunaan sebuah Sertifikat SSL/TLS yang bagus menjadi penting untuk berselancar di Internet guna melindungi data yang bersifat sensitif termasuk rincian login dan password serta rincian kartu kredit yang mungkin dimasukkan pada saat melakukan transaksi di sebuah website.

Saat ini, ada begitu banyak produk SSL/TLS yang bisa didapatkan dengan mudah sehingga Anda bisa beli SSL/TLS Entrust. Pemasangan SSL/TLS memberikan banyak keuntungan, terutama melindungi data sensitif para pengguna Internet pada saat mengunjungi dan bahkan bertransaksi di sebuah website.

Salah satu hal yang harus diketahui sebelum beli Sertifikat SSL/TLS untuk tujuan perlindungan data secara digital adalah masa berlaku sertifikat SSL/TLS itu sendiri. Tentu, Anda harus tahu masa kedaluwarsa sertifikat dan kapan waktu yang tepat untuk memperbaruinya.

Jadi, mengapa Sertifikat SSL/TLS kedaluwarsa? Akan lebih baik untuk mengetahui alasan dibalik kedaluwarsanya sertifikat bahkan sebelum Anda menanyakan harga SSL/TLS GlobalSign. Apakah Anda berfikir bahwa perpanjangan sertifikat hanyalah sebuah mekanisme Otoritas Sertifikat untuk menghasilkan lebih banyak uang? Sayangnya, pemikiran semacam itu sangat keliru. Kedaluwarsa sertifikat berhubungan dengan jaminan keamanan sebuah webiste karena SSL/TLS yang Anda pasang tidak akan lagi berguna dalam mengamankan website jika sertifikat tersebut telah kedaluwarsa. Sertifikat yang kedaluwarsa berdampak buruk pada bisnis yang sedang Anda jalankan. Berikut adalah beberapa kemungkinan yang bisa terjadi jika Anda tidak segera memperbarui sertifikat yang dipasang untuk keamanan website Anda.

Pencurian Data Pelanggan

Resiko phishing merupakan masalah yang cukup serius yang menjadi perhatian para pengguna Internet. Jika SSL/TLS telah kedaluwarsa, maka hacker bisa mencuri data para pelanggan Anda dengan sangat mudah. Hal ini memungkinkan mereka untuk membuat website yang nampak sama persis dengan website Anda. pelanggan yang tidak curiga memganggap bahwa mereka mengunjungi website Anda dan kemudian memasukan data-data pribadi yang bersifat sensitif seperti rincian kartu kredit. Inilah awal mula kebocoran data terjadi. Oleh karena itu, penting untuk selalu memperbarui Sertifikat SSL/TLS.

Berkurangnya Kepercayaan dari Pelanggan

Meskipun sertifikat dan informasi yang ada didalamnya disimpan dengan benar, semua verifikasi yang dilakukan oleh sertifikat tersebut menjadi tidak valid pada saat sertifikat tersebut kedaluwarsa. Penggunaan Sertifikat SSL/TLS Indonesia membuat pertukaran data antara server dan komputer menjadi terenkripsi. Sayangnya, proses enkripsi tersebut tidak akan efisien dengan kondisi sertifikat yang kedaluwarsa. Lambat laun, bisnis dan website Anda akan kehilangan kepercayaan dari para pelanggan karena mereka tidak lagi mempercayai keamanan website Anda. Ini sangat mungkin terjadi karena setiap pengunjung website bisa melihat peringatan sertifikat kedaluwarsa yang dilampirkan pada website.

Hancurnya Reputasi

Reputasi sangat penting untuk setiap bisnis terutama yang dijalankan secara online. Anda telah berusaha keras untuk membangun reputasi bisnis namun lupa bahwa sertifikat yang kedaluwarsa bisa menghancurkannya seketika. Tidak ada alasan apapun untuk menunda pembaruan Sertifikat SSL/TLS apalagi sampai membiarkannya kedaluwarsa. Sertifikat kedaluwarsa kehilangan fungsinya sebagai keamanan data dan informasi sensitif para pelanggan setia Anda.

Kerugian Penjualan

Berdasarkan survei terbaru, hampir 90% pelanggan menghentikan proses transaksi mereka setelah mendapatkan peringatan kedaluwarsa SSL/TLS. Disisi lain, tidak kurang dari 72% pelanggan memilih untuk mengakhiri transaksi sesegera mungkin setelah mendapatkan peringatan tersebut. Sertifikat yang kedaluwarsa tidak hanya meningkatkan biaya operasi tetapi juga menyebabkan kerugian penjualan terlebih jika penjualan terus berkurang selama SSL/TLS Anda belum diperbarui.