Masalah yang Sering Ditemukan dalam Penggunaan Sertifikat SSL

Masalah yang Sering Ditemukan dalam Penggunaan Sertifikat SSL

Keamanan menjadi faktor penting di dalam proses pengembangan website. Saat ini, pengguna Internet semakin banyak yang memiliki kekhawatiran akan keamanan data pribadi yang mereka masukkan ketika melakukan transaksi pada sebuah situs web. Website yang tidak memiliki keamanan yang baik tentu akan mudah diretas meskipun memiliki tampilan yang menarik. Salah satu cara untuk mengamankan sebuah situs web adalah dengan menambahkan Sertifikat SSL/TLS Indonesia.

SSL (Secure Socket Layer) berperan sebagai protokol keamanan website yang akan melindungi setiap data sensitif para pengunjung website. Konfigurasi Sertifikat SSL pada website terbilang mudah namun terkadang memunculkan persoalan yang tidak terduga. Waktu yang tepat untuk memasang SSL/TLS adalah ketika Anda ingin memiliki situs web, software online, atau aplikasi maupun mobil yang aman. Anda juga bisa menggunakan SSL/TLS ketika mulai menyadari pentingnya mendapatkan kepercayaan dari pengunjung dan pelanggan yang juga membawa dampak positif bagi pertumbuhan bisnis.

Sertifikat SSL/TLS berkualitas membantu mengamankan transaksi e-commerce dan data sensitif pelanggan karena sertifikat ini akan melindungi website dari serangan cyber. Aplikasi atau software yang diamankan menggunakan Sertifikat SSL/TLS biasanya mendapatkan jumlah download dan ulasan yang terbaik dari para pengguna. Hal tersebut karena mereka tidak mempunyai pengalaman yang mengkhawatirkan seperti masalah keamanan dan pencurian data.

Sayangnya, pemasangan Sertifikat SSL/TLS termurah terkadang menyebabkan beberapa kesalahan pada situs web yang bisa menggangu fungsi situs web tersebut. Hal ini sangat mungkin terjadi, terlebih jika Sertifikat SSL/TLS seperti SSL/TLS Entrust dipasang oleh pihak yang memiliki pengalaman pemasangan SSL/TLS yang sangat minim. Jika Anda tidak bisa melihat ikon gembok berwarna hijau pada kolom URL di browser serta tidak melihat kata “secure” pada beberapa browser, mungkin masih ada celah keamanan pada situs web Anda.

Berikut adalah beberapa masalah terkait penggunaan Sertifikat SSL/TLS yang sering dihadapi oleh pemilik situs web.

SSL Serving Mixed Content

Website yang dipasang Sertifikat SSL/TLS membuat pengunjung merasa aman dan tidak akan mengalami masalah keamanan. Jika masih ada sebagian isi website Anda yang tidak aman, browser akan mengeluarkan peringatan “mixed-content”. Hal ini bisa terjadi jika sebuah halaman situs mengandung konten yang diamankan dan konten yang belum diamankan namun kedua konten tersebut dikirim melalui SSL ke browser. Meskipun website telah diamankan menjadi https, namun konten yang belum berhasil diamankan bisa dibaca sehingga pihak tidak bertanggung jawab bisa memodifikasinya.

Certificate Name Mismatch Error

Terkadang, browser mengeluarkan pesan “The security certificate presented by this website was issued for a different website’s address” pada saat Anda mengunjungi sebuah website. Inilah yang disebut denagan certificate name mismatch error. Mengapa masalah seperti ini bisa terjadi? Hal ini bisa dikarenakan oleh common name atau Subject Alternative Name (SAN) dari sertifikat SSL Anda tidak sesuai dengan nama domain atau address bar di website Anda. Masalah seperti ini bisa terjadi karena beberapa hal jadi pastikan Anda akan melakukan analisis secara menyeluruh. Beberapa jenis Sertifikat SSL/TLS bagus menyediakan SSL Checker tool sebagai fitur tambahan tanpa Anda harus membayar lebih untuk menggunakannya.

Certificate is not Issued by a Trusted Certificate Authority

Jikan Anda menemukan “The Scertificate isn’t issued by a trusted Certificate Authority”, ini bisa menandakan bahwa browser Anda tidak mempercayai sertifikat SSL Anda karena sertifikat tersebut tidak mendapatkan persetujuan dari otoritas sertifikat atau yang biasa dikenal sebagai CA. Beberapa alasan mengapa masalah ini terjadi adalah penggunaan self-signed certificate pada website, penggunaan sertifikat SSL gratis, dan penggunaan sertifikat SSL terpercaya namun tidak ada chain sertifikat atau tidak terpasang dengan benar.

Cara Pencegahan Phishing yang Tepat

Cara Pencegahan Phishing yang Tepat

Keamanan website harus menjadi perhatian penting mereka yang menggunakan website terutama untuk menjalankan bisnis atau membagikan informasi secara online. Ketika mulai memikirkan keamanan website untuk mencegah semua kemungkinan yang tidak diinginkan, apakah Anda berencana untuk beli SSL/TLS Sectigo? Sectigo adalah salah satu Otoritas Sertifikat terkemuka di dunia dengan berbagai pilihan produk terbaik. Sebelum melakukan pembelian, akan lebih baik jika mempertimbangkan harga SSL/TLS Sectigo dan faktor-faktor lain. Ini dimaksudkan untuk mendapatkan produk terbaik yang sesuai dengan kebutuhan.

Salah satu alasan mengapa keamanan digital harus mulai diperhatikan adalah ancaman phishing yang dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Phishing merupakan penipuan yang digunakan oleh pencuri indentitas untuk menipu pengguna Internet atau pengunjung website agar memberikan mereka informasi pribadi yang bersifat sensitif termasuk didalamnya informasi keuangan. Penggunaan Sertifikat SSL/TLS berkualitas membantu menghindari ancaman semacam ini. Tentu saja, pemasangan Sertifikat SSL/TLS juga dilakukan untuk beberapa alasan lain.

Pada dasarnya, tidak ada yang ingin menjadi korban penipuan phishing. Namun, ada alasan bagus bahwa penipuan semacam itu akan terus berlanjut. Bisa dikatakan bahwa hal semacam ini cukup berhasil bagi penjahat cyber untuk mendapatkan keuntungan besar. Penipuan phishing sudah ada sejak awal Internet, dan mereka tidak akan hilang dalam waktu dekat. Untungnya, ada beberapa cara untuk menghindari menjadi korban sendiri. Selain mengandalkan pemasangan sertifikat setelah beli SSL/TLS DigiCert, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menghindari phishing.

Ketahui Tentang Teknik-teknik Phishing

Penipuan phishing baru dikembangkan sepanjang waktu. Anda bisa secara tidak sengaja menjadi mangsanya. Pastikan bahwa Anda selalu mengetahui teknik phishing terbaru sehingga Anda bisa menemukan cara terbaik untuk menghindarinya. Dengan mengetahuinya sedini mungkin, Anda bisa meminimalisir resiko menjadi korban phishing. Untuk administrator IT, pelatihan kesadaran keamanan yang berkelanjutan dan simulasi phishing untuk semua pengguna sangat disarankan untuk menjaga keamanan di seluruh organisasi.

Berfikir Sebelum Mengklik

Sangat mungkin bagi siapa saja untuk mengklik link tertentu padahal mereka tidak tahu pasti apakah link tersebut dilindungi oleh Sertifikat SSL/TLS berkualitas. Anda mungkin sering mendapatkan link dari email masuk dan ingin mengkliknya. Email phishing mungkin nampak seolah dikirim oleh pihak atau perusahaan yang legal. Sayangnya, Anda akan tahu website aslinya setelah mengklik link tersebut. Untuk melindungi email dan data pribadi Anda, tidak ada salahnya untuk menghubungi penyedia Sertifikat SSL/TLS Indonesia yang jual produk terbaik dari berbagai Otoritas Sertifikat. Pengetahuan dini tentang keamanan digital dan cara menghindari phishing akan sangat membantu.

Pastikan Keamanan Website

Ada begitu banyak website yang bisa dikunjungi kapan saja Anda membutuhkan informasi. Namun akan lebih baik untuk memastikan keamanan website tersebut jika Anda hendak melakukan transaksi apapun yang memerlukan data pribadi seperti nomor kartu kredit. Dengan mengunjungi website yang dinyatakan aman yaitu dengan adanya “https” dan “ikon gembok”, website tersebut bisa dipercaya.

Periksa Setiap Akun Anda Secara Rutin

Akan lebih baik untuk rutin mengganti password akun Anda meskipun akun tersebut jarang Anda gunakan. Anda juga bisa mulai mengecek rekening secara rutin untuk menghindari phishing yang menyerang akun atau rekening bank Anda.

Selalu Perbarui Browser

Lapisan keamanan selalu dirilis untuk browser populer guna meminimalisir celah keamanan yang ditemukan oleh para hacker. Mulai sekarang, jangan abaikan notifikasi tentang pembaruan browser karena akan membantu Anda dalam hal perlindungan dan keamanan digital. saat pembaruan tesedia, segera unduh dan instal.

5 Tool yang Biasa Digunakan untuk Pemasangan Sertifikat SSL

5 Tool yang Biasa Digunakan untuk Pemasangan Sertifikat SSL

Penggunaan Sertifikat SSL/TLS yang bagus menjadi pilihan banyak pemilik website. Memang benar bahwa sertifikat tersebut bisa digunakan untuk melindungi data-data sensitif para pelanggan dan pengunjung website. Akan tetapi, Anda juga harus ingat bahwa pilihan produk sertifikat yang tepat berpengaruh terhadap hasil yang diharapkan. Anda mungkin memutuskan untuk beli SSL/TLS Sectigo yang memang disesuaikan dengan kebutuhan keamanan digital Anda.

Pada saat penggunaan Sertifikat SSL/TLS yang dibeli setelah mengetahui harga SSL/TLS Sectigo, segala sesuai tidak selalu berjalan dengan baik. Beberapa orang bahkan mengalami masalah pada saat pemasangan sertifikat. Akan sangat membuang banyak waktu jika Anda tidak tahu bagaimana mengatasi masalah tersebut. Beberapa tools dibawah ini melengkapi pengunaan Sertifikat SSL/TLS yang juga membantu menghindari masalah yang tidak diharapkan.

SSL Checker

Tool ini membantu Anda mendiagnosa masalah yang berhubungan dengan pemasangan sebuah sertifikat SSL/TLS. Meskipun Anda beli SSL/TLS DigiCert yang memiliki kualitas yang baik, namun tidak ada jaminan bahwa Anda tidak akan menemui masalah pada saat pemasangan sertifikat. Anda bisa memverifikasi Sertifikat SSL/TLS pada server web Anda untuk memastikan bahwa sertifikat yang Anda beli telah dipasang dengan benar, valid, dan bisa dipercaya. Penting untuk memastikan bahwa sertifikat tersebut tidak akan menimbulkan masalah pada setiap penggunanya. Sebelum menggunakan tool ini, pastikan Anda sudah tahu bagaimana cara menggunakannya. Atau Anda bisa terlebih dahulu bertanya pada penyedia produk SSL/TLS yang Anda pilih.

CSR Decoder

CSR adalah singkatan dari Certificate Signing Request. Anda bisa menggunakan CSR Decoder terlebih dahulu dan pastikan bahwa CSR mengandung informasi yang benar. CSR merupakan blok teks yang disandikan yang berisi informasi tentang perusahaan tempat Sertifikat SSL/TLS akan dikeluarkan dan kunci publik SSL. Ketika CSR dibuat, akan sulit untuk memeriksa apakah informasi terkait memang tersandi dengan benar. Karena Otoritas Sertifikat menggunakan informasi pada CSR untuk membuat sertifikat, Anda harus membaca sandi guna memastikan bahwa informasi yang terkandung memang akurat.

Certificate Decoder

Tool ini bisa digunakan untuk membaca sandi PEM sertifikat Anda serta memeriksa kebenaran informasi yang terkandung didalamnya. Cara mudah lain untuk melihat informasi di sertifikat pada mesin Windows adalah dengan melakukan “double click” pada file sertifikat tersebut. Tentu akan lebih baik jika Anda didampingi oleh ahlinya sehingga tidak akan mengalami masalah pada saat menggunakan tool ini atau selama proses pemasangan sertifikat.

Certificate Key Matcher

Tool ini bisa digunakan untuk mengecek apakah private key cocok dengan sertifikat atau apakah sertifikat cocok dengan Certificate Signing Request (CSR). Jika Anda menggunakan banyak Sertifikat SSL/TLS berbeda, akan sangat mudah untuk kehilangan jejak sertifikat mana yang cocok sesuai dengan private key atau CSR yang digunakan untuk menghasilkan sertifikat. Tool ini memudahkan Anda dalam menentukan apakah private key atau kunci pribadi memang cocok atau apakah CSR cocok dengan sertifikat yang dihasilkan. Certificate Key Matcher hanya membandingkan hash dari kunci publik (public key) dengan kunci pribadi (private key), sertifikat, atau CSR, dan kemudian memberi tahu apakah cocok atau tidak.

SSL Converter

Jika Anda ingin melakukan konversi atau pengubahan dari atau ke format seperti pem, der, p7b, dan pfx, SSL Converter merupakan tool yang tepat untuk digunakan. Penting untuk diketahui bahwa platform dan alat yang berbeda mungkin harus mengubah Sertifikat SSL/TLS ke format yang berbeda. Untuk menggunakan tool ini, Anda hanya perlu memilih file sertifikat Anda dan tipe saat ini. Kemudian, pilih tipe apa yang ingin Anda ubah. Setelah itu, klik Convert Certificate. Terdengar mudah, bukan?