Mengetahui Apa yang Membuat Enkripsi dan Dekripsi Berbeda

Mengetahui Apa yang Membuat Enkripsi dan Dekripsi Berbeda

Keamanan website melibatkan penggunaan Sertifikat SSL/TLS Indonesia. Meskipun pemasangan sertifikat digital bukanlah satu-satunya cara untuk mengamankan website, namun bisa menjadi cara terbaik. Memilih Sertifikat SSL terbaik tentu tidak mudah karena ada begitu banyak produk sertifikat yang ditawarkan di pasaran meskipun semuanya didesain untuk keamanan digital. Anda bisa mempertimbangkan kualitas dan reputasi Otoritas Sertifikat (penerbit sertifikat) untuk mendapatkan sertifikat terbaik. Sertifikat SSL bekerja dengan memanfaatkan kriptografi.

Di luar sana, banyak pemilik website yang beli SSL/TLS DigiCert. Namun, Anda juga harus tahu bahwa masih ada beberapa Otoritas Sertifikat terkemuka di dunia selain DigiCert, misalnya Entrust. Mulailah untuk mencari tahu agar Anda benar-benar yakin bahwa sertifikat yang dipilih adalah yang sesuai dengan kebutuhan.

Tahukan Anda bahwa kriptograpi digunakan dalam mengamankan data pada saat komunikasi? Hal ini dimaksudkan untuk mencegah pihak tidak dikenal mengakses data rahasia. Dua fungsi paling penting dari kriptografi adalah enkripsi dan dekripsi.

Enkripsi (encryption) bisa dikatakan sebagai suatu proses dimana kita bisa mengubah pesan asli ke dalam bentuk yang tidak bisa dikenal. Sehingga pesan benar-benar berbeda dari bentuk asli sebelumnya. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa hacker tidak bisa membaca data. Juga menjadi alasan mengapa pengirim pesan menggunakan algoritma enkripsi. Secara umum, enkripsi bekerja dengan bantuan algoritma kunci. Data dienkripsi agar aman sehingga tidak bisa dicuri. Namun, banyak juga perusahaan terkenal yang mengenkripsi data untuk menjaga kerahasiaan perdagangan mereka dari kompetitor.

Lalu, bagaimana dengan dekripsi? Decryption adalah proses pengubahan data terenkripsi ke dalam bentuk yang mudah dibaca sehingga mudah dimengerti oleh manusia dan komputer. Dekripsi dilakukan dengan mendekripsi teks secara manual atau bahkan dengan bantuan kunci yang telah digunakan sebelumnya untuk mengenkripsi pesan asli.

Baik enkripsi maupun dekripsi digunakan untuk beberapa alasan termasuk:

  • Menjaga kerahasiaan data atau informasi pribadi
  • Membantu memastikan bahwa dokumen tidak diubah oleh pihak tidak berkepentingan
  • Mencegah plagiat dan juga melindungi IP
  • Sangat membantu dalam komunikasi jaringan seperti internet atau apapun, dimana hacker bisa dengan mudah mengakses data tidak terenkripsi

Lalu, apa saja yang membedakan enkripsi dengan dekripsi? Berikut adalah beberapa perbedaan diantara kedua yang tentu penting untuk diketahui sebelum memasang sebuah Sertifikat SSL berkualitas.

  • Algoritma enkripsi memanfaatkan pesan yang merupakan teks biasa dan juga kunci selama proses enkripsi. Sedangkan selama proses dekripsi, algoritma dekripsi mengubah bentuk pesan terenkripsi, yaitu, ciphertext menggunakan kunci rahasia.
  • Enkripsi terjadi di ujung pengirim dan dekripsi terjadi di ujung penerima.
  • Fungsi utama enkripsi adalah konversi plaintext menjadi ciphertext sedangkan fungsi utama dekripsi adalah konversi ciphertext menjadi plaintext.
  • Enkripsi terjadi secara otomatis ketika data sedang dikirim oleh mesin yang disebut sebagai sumber. Program yang sudah diinstal mengubah informasi menjadi kode rahasia sebelum dikirim.
  • Dekripsi dilakukan di mesin tujuan. Mesin akan menerima dan mengubah bentuk data yang dienkripsi menjadi bentuk aslinya.
  • Enkripsi dan dekripsi keduanya saling terkait satu sama lain karena mereka dianggap sebagai preferensi terbaik untuk privasi data.

Dengan demikian, proses enkripsi dan dekrispi berada dibawah kriptologi yang juga disebut sebagai campuran kriptografi dan kriptanalisis. kriptografi terdiri dari teknik yang digunakan untuk memastikan keamanan yang memanfaatkan penyandian pesan agar tidak bisa dibaca. Sedangkan kriptanalisis mengacu pada pengkodean ulang sebuah pesan dimana bentuk yang tidak bisa dibaca diubah kembali ke bentuk aslinya.