Sertifikat SSL/TLS termurah menjadi pilihan banyak orang terutama yang menjalankan bisnis online. Anda bisa dengan mudah menemukan produk SSL/TLS karena banyaknya penyedia SSL/TLS. Hal ini tentu untuk memenuhi kebutuhan keamanan digital yang semakin meingkat. Dengan semakin amannya sebuah website, kepercayaan bisa meningkat.

Jika Website Anda benar-benar membutuhkan SSL/TLS, maka ada banyak hal yang perlu diketahui dengan jelas sebelum Anda membeli produk SSL/TLS yang sesuai kebutuhan Anda. Mari kita katakan bahwa Anda telah mengetahui harga SSL/TLS Sectigo, namun apakah hal itu berarti bahwa Anda akan membeli SSL/TLS sesegera mungkin?

Seperti yang telah dikatakan bahwa ada banyak hal yang harus diketahui. Maka, penting juga untuk mengetahui beberapa kesalahan umum yang sering terjadi ketika memilih sertifikat digital, bahkan setelah Anda beli Sertifikat SSL/TLS dari penyedia yang bisa dipercaya. Pada umumnya, pembeli berharap bahwa pemasangan sertifikat SSL/TLS bisa berjalan dengan cepat dan lancar. Sayangnya, kesalahan yang datang dengan pembelian dan pemasangan Sertifikat SSL/TLS mengharuskan Anda menghabiskan waktu dan tenaga, terlebih jika Anda adalah pengguna yang belum berpengalaman. Berikut adalah 5 kesalahan umum yang harus dihindari ketika beli SSL/TLS DigiCert, beli SSL/TLS Thawte, atau brand lainnya.

1. Memilih Sertifikat SSL/TLS yang Salah

Ada banyak produk SSL/TLS yang dijual diluar sana yang tentunya juga tersedia dengan harga yang berbeda. Salah dalam memilih SSL/TLS tentu berpengaruh pada tingkat keamanan data dari website Anda. Untuk menghindari kesalahan semacam ini, Anda terlebih dahulu bisa melakukan pencarian dan perbandingan dari beberapa produk yang dirasa sesuai dengan kebutuhan keamanan digital Anda. Sebelum berfokus pada harga yang ditawarkan oleh setiap produk, Anda bisa terlebih dahulu mencari informasi tentang spesifikasi dan fitur tiap-tiap produk. Produk yang lebih mahal tidak menjamin kualitas yang lebih baik dan juga sebaliknya.

2. Tidak Mengecek Kompatibilitas Server

Jika Anda menemukan Sertifikat SSL/TLS yang tepat untuk website Anda, akan lebih baik jika tidak segera membelinya. Semakin sedikit informasi yang didapat, semakin besar kemungkinan untuk membuat kesalahan SSL/TLS lainnya. Ketika berbicara tentang kompatibilitas server, penting untuk memastikan bahwa SSL/TLS yang dibeli bisa dipasang pada server website Anda. Hal lain yang harus diingat adalah setiap penyedia hosting memiliki peraturan yang berbeda terhadap Sertifikat SSL/TLS. Apakah Anda menggunakan hosting jenis VPS atau dedicated? Dengan jenis hosting ini, mungkin Anda tidak akan mengalami masalah kompatibilitas.

3. Ketidaksiapan untuk Proses Validasi

Ada beberapa jenis validasi dari sebuah Sertifikat SSL/TLS. Anda harus setidaknya tahu proses dan kebutuhan dari setiap jenis validasi. Secara umum, proses validasi dilakukan melalui CSR atau Certificate Signing Request yang tersedia pada website. Dengan menyediakan informasi yang dibutuhkan tentang domain dan perusahaan Anda ke Otoritas Sertifikat, maka Anda akan bisa mendapatkan sertifikat SSL/TLS yang Anda pesan. Jika jenis validasi Domain Validation (DV) seperti Sectigo PositiveSSL Multi-Domain SSL atau Thawte SSL 123 Certificates hanya membutuhkan bukti kepemilikan domain, Organization Validation (OV) termasuk Sectigo Unified Communications SSL dan Digicert Multi-Domain SSL membutuhkan dokumen perusahaan tambahan. Jika informasi yang diberikan pada CSR salah, Otoritas Sertifikat mungkin menolak permintaan Anda. Penting untuk berhati-hati dalam hal ini karena kebanyakan pengguna membuat kesalahan ditahap ini.

4. Memasang SSL/TLS Tanpa Pengalaman

Jika Anda sadar betul bahwa tidak ada pengalaman dalam memasang SSL/TLS atau dalam menangani akun hosting, akan lebih baik jika meminta bantuan dari penyedia SS/TLS berkualitas untuk proses ini sehingga sertifikat SSL/TLS bisa segera digunakan. Otoritas Sertifikat memang memberikan panduan langkah-langkah pemasangan, namun memasang Sertifikat SSL/TLS tanpa bantuan dari ahli mungkin sedikit berisiko. Penyedia Sertifikat SSL/TLS Indonesia yang baik tentu menyediakan layanan pemasangan sebagai tambahan dari jasa yang mereka tawarkan untuk memberikan tingkat kepuasan pelanggan yang lebih tinggi.

5. Mengabaikan Tindakan Pasca Pemasangan

Banyak pengguna memiliki pemikiran yang keliru. Mereka mengira bahwa memasang sertifikat pada server adalah semua yang diperlukan untuk mengaktifkan HTTPS dan gembok hijau. Sayangnya, kenyataannya tidak semudah itu. Anda masih harus melalui beberapa langkah penting dan menambahkan sentuhan akhir. Jangan lupa untuk menguji instalasi Anda untuk kesalahan yang mungkin terjadi. Selain itu, Anda juga harus melakukan penyesuaian Search Engine Optimization (SEO) yang diperlukan, untuk transisi HTTPS yang tepat.