Setiap pemilik website memiliki tanggung jawab dalam memastikan keamanan pengunjungnya. Sayangnya, beberapa website masih banyak yang tidak aman karena tidak dilindungi dengan Sertifikat SSL/TLS berkualitas. Tahukan Anda jika website yang tidak aman bisa terinfeksi malware, mengirim spam, dan bahkan membuka kesempatan para peretas untuk mencuri informasi sensitif para pengunjung?

Untuk mendapatkan perlindungan keamanan terbaik untuk website, Anda bisa mulai mempertimbangkan untuk beli SSL/TLS GeoTrust atau produk dari Otoritas Sertifikat lainnya. Penting untuk diketahui bahwa website memperhatikan keamanan Anda dengan sangat serius. Bagaimana caranya untuk mengenali bahwa website Anda sudah aman setelah pemasangan sebuah Sertifikat SSL/TLS yang bagus?

Sebelum membuat keputusan untuk beli SSL/TLS DigiCert, Anda mungkin tertarik untuk mengetahui beberapa tanda amannya sebuah website. Anda bisa mengenali website yang aman dengan beberapa cara berikut:

1. Lihat Huruf “S” pada Https

Jika https terdengar sangat familiar, tentunya banyak URL yang dimulai dengan https sebagai ganti http. Adanya huruf ‘s” pada https adalah indikasi bahwa website Anda terlindungi dengan pemasangan Sertifikat SSL/TLS yang dilakukan setelah mengetahui harga SSL/TLS Entrust. Sertifikat SSL/TLS mengenkripsi komunikasi antara web server dan browser pengunjung website Anda sehingga setiap data yang dikirimkan aman. Meskipun https bukanlah satu-satunya yang website bisa lakukan untuk melindungi pengunjungnya, tetapi merupakan tanda bahwa pemilik website benar-benar peduli terhadap keamanan para pengunjung website miliknya. Sebelum mengunjungi sebuah website, pastikan Anda memeriksa apakan URL nya dimulai dengan https.

2. Periksa Segel Situs

Jika Anda melihat ikon dengan kata “secure” atau “verified”, nampaknya itu adalah segel situs. Segel situs mengindikasikan bahwa website bekerja dengan partner keamanan yang tepat. Segel situs ini juga merupakan indikator bahwa sebuah website memiliki https dan juga mengindikasikan fitur keamanan seperti tanggal pemindaian malware yang dilakukan pada situs.

3. Menemukan Informasi Kontak

Anda mungkin berfikir bahwa keberadaan kontak informasi sebuah website bisa menambah kepercayaan para pengunjungnya. Berdasarkan survei yang dilakukan, sekitar 44% pengunjung meninggalkan website yang tidak memiliki informasi kontak terutama nomor telepon atau handphone. Website yang aman biasanya menampilkan dengan jelas alamat email, nomor telepon, alamat kantor atau toko (jika punya), kebijakan pengembalian uang, dan akun media sosial. Meskipun tidak menyediakan keamanan, namun bisa mengindikasikan bahwa Anda bisa menghubungi mereka kapan saja ketika membutuhkan bantuan.

4. Ketahui Tanda Malware pada Website

Meskipun sebuah website dilindungi dengan pemasangan Sertifikat SSL/TLS atau memiliki segel situs dan informasi kontak, masih ada celah untuk terinfeksi malware. Lalu, bagaimana caranya mengetahui website yang terinfeksi malware?

a. Peringatan Mesin Pencari

Beberapa mesin pencari populer akan memindai malware pada website dan memberikan peringatan jika website tersebut terinfeksi malware.

b. Spam SEO

Tampilan link yang tidak biasa pada website, terutama di dalam komentar merupakan tanda spam SEO.

c. Malvertising

Beberapa iklan Beberapa iklan berbahaya mudah ditemukan. Mereka biasanya terlihat tidak profesional, mengandung kesalahan pengejaan atau tata bahasa, mempromosikan pemulihan yang cepat, atau fitur produk yang tidak cocok dengan riwayat penjelajahan Anda. Penting untuk dicatat bahwa iklan yang sah juga bisa mengandung malware, jadi berhati-hatilah saat mengklik.

d. Defacement

Serangan ini mudah terlihat, dimana penjahat cyber mengganti konten situs dengan nama, logo, atau citra ideologisnya.

e. Pop-up yang Mencurigakan

Berhati-hatilah terhadap pop-up yang mencurigakan. Mereka mungkin mencoba membujuk Anda untuk mengklik dan mengunduh malware secara tidak sengaja.

f. Phising Kit

Ini merupakan website yang menyerupai website Anda yang sering dikunjungi untuk menipu para pengunjung. Mereka mungkin tidak sadar bahwa membagikan informasi sensitif pada website yang mirip dengan milik Anda. Website tersebut mungkin nampa terpercaya tetapi Anda bisa melihat kesalahan tata bahasa dan pengejaan di dalamnya.